Diskop UMKM Pengelola Koperasi wajib Ikuti Sertifikat Kompetensi

  • 29 Maret 2019
  • Oleh: isarepok
  • Dibaca: 266 Pengunjung

Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Denpasar minta pengelola koperasi mengikuti pendidikan dan latihan (Diklat) Sertifikat Kompetensi. Karena diklat itu sangat penting bagi pengurus atau pengelola koperasi guna mendongkrak kinerja kemajuan usaha yang dijalankan. ”Masih banyak gerakan koperasi kurang tertarik atau kurang berminat mengikuti diklat sertifikat kompetensi. Padahal diklat tersebut tidak bayar alias gratis. Ini perlu kita sadarkan gerakan koperasi, apakah saat duduk sebagai ketua, manajer, sekretaris bendahara maupun menjadi pengawas harus mengikuti diklat ini,’’ kata Kadis Koperasi UMKM Kota Denpasar, made Erwin Suryadarma Sena di sela-sela penutupan Diklat Sertifikat Kompetensi di Hotel Grand Mirah Denpasar, Jumat (29/3) kemarin. Erwin Suryadarma menyatakan, tidak ada alasan top manajer di gerakan koperasi karena kesibukan tidak bisa mnengikuti diklat. Padahal diklat ini sangat penting dalam pengelolaan koperasi. Tujuan dilaksanakan diklat agar mereka memahami tugas sebagai manajer dan ketua untuk mengelola koperasi dengan baik dan benar. ”Kita memberikan pendidikan dan pelatihan tentang strandar operasi prosedur (SOP) dan standar operasi manajemen (SOM). Diklat ini untuk memberi rambu-rambu dalam mengelola koperasi agar sesuai dengan koridor hukum,’’ ujar Erwin Suryadarma. Dia mengaku, di gerakan koperasi sudah ada dana untuk pendidikan bagi ketua, manajer, bendahara maupun pengawas. Kenyataan yang ada sangat

pelit untuk mengeluarkan dana pendidikan itu. Karena dana pendidikan tersebut tertuang dalam undang-undang untuk memberi kesempatan pengurus atau pengelola koperasi mengikuti pendidikan dan pelatihan mnanajerial. Apalagi di era global ini persaingan bisnis antar pelaku usaha semakin kompetitif sehingga banyak peluang usaha bermunculan. Karena itu, gerakan koperasi harus siap menghadapi tantangan tersebut dengan terus melakukan inovasi agar tidak digilas usaha lainnya. ”Kami terus minta seluruh gerakan koperasi mengikutkan top manajernya pendidikan sertifikat kompetensi guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), seingga usaha koperasi yang dikelola akan lebih

baik dan maju,’’ ucap mantan kabag Humas Pemkot Denpasar ini. Lebih lanjut Erwin Suryadarma mengungkapkan, diklat yang dilaksanakan Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Koperasi UMKM selama ini tidak bayar. Sementara diklat uji kompetensi harus bayar dari masing-masing peserta. Di mana minat gerakan koperasi mengikutkan manajer, ketua, bendahara dan pengawas mengikuti uji kompetensi sangat minim. ”Kami sangat menyayangkan gerakan koperasi karena sangat pentingnya sebuah pendidikan dan peltihan tidak dimanfaatkan dengan baik untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi pengelola koperasi. ”Kita harus terus dorong dan beri motivasi kepada gerakan koperasi. Karena masih banyak pengurus dan pengelola koperasi yang belum mendapatkan pendidikan,

apalagi bersertifikat,’’ terangnya. Dia mengajak seluruh gerakan koperasi mengikuti pendidikan dan pelatihan ini, karena Kota Denpasar sudah dicanangkan sebagai kota kompetensi. Dengan demikian, sudah menjadi kewajiban semua gerakan koperasi untuk meningkatkan kompetensinya, baik di tingkat manajer maupun di level lainnya. ”Ke depan kami berharap semua unsure yang berada dalam struktur kepengurusan koperasi wajib memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing. Dengan memiliki kompetensi maka koperasi yang menjadi binaan pemerintah Kota Denpasar tidak mengalami permasalahan yang rumit dapat meruntuhkan citra koperasi itu sendiri,’’ paparnya. Sementara ketua Panitia Diklat yang juga Kabid BLK, Anom Prasetya melaporkan, diklat akuntansi diikuti 30 peserta, diklat prinsip-prinsip perkoperasian diikuti 30 orang ,diklat sop/som juga diikuti 30 perserta dan diklat uji kompetensi diikuti 70 terbagi atas 2 angkatan


  • 29 Maret 2019
  • Oleh: isarepok
  • Dibaca: 266 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Made Erwin Suryadarma Sena, SE, M.Si

Apakah Informasi yang tersaji pada Website Dinas Koperasi Usaha Kecil & Menengah, bermanfaat bagi Anda?