Diskop UMKM Dorong Koperasi Manfaatkan Digitalisasi

  • 26 Oktober 2020
  • Oleh: Dinas Koperasi Usaha Kecil & Menengah
  • Dibaca: 156 Pengunjung

Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Denpasar mendorong gerakan koperasi memanfaatkan digitalisasi. Karena tatanan kehidupan saat pandemi Covid-19 ini mengalami perubahan sangat siginifikan di setiap aspek perubahan.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma Sena, disela-sela pembukaan Pendidikan da latihan (Diklat) bagi Pengurus dan Pengelola Koperasi se-Kota Denpasar, di aula Kantor Depag Kota Denpasar, Senin (26/10)/2020), mengatakan perubahan ini perlu diadaptasi tak kecuali oleh koperasi dan UMKM. Mengingat digitalisasi merupakan sebuah tuntunan. ”Kita saat ini memasuki era revolusi industry 4.0 akibat pandemi Covid-19 memaksa pola perubahan yang sangat cepat agar koperasi mampu bersaing dengan pelaku usaha modern lainnya,’’ kata Erwin Suryadarma.

Menurut Erwin Suryadarma, digitalisasi bukan hal harus ditakuti dan dihindari, melainkan suatu hal baru yang memerlukan proses pengenalan dan adaptasi. Selain itu, ada proses perubahan pola piker, perubahan prilaku dan kebiasaan yang harus dilakukan. Ia yakin dan percaya koperasi di Denpasar mampu melakukannya, karena sudah banyak koperasi telah menerapkan digital dalam aplikasi maupun program perkoperasian. ”Kami minta koperasi segera mengadopsi teknologi informasi, baik untuk manajemen maupun pelayanan kepada anggota,’’ ujarnya.

Erwin Suryadarma berharap, pelaku koperasi yang masih berpikir tradisional agar adaktif dan dinamis dalam merespon berbagai perkembangan di tengah masyarakat. Karena itu, koperasi di masa pandemi virus corona melanda Kota Denpasar khususnya berbenah diri merubah mindset untuk beralih ke pola digital. Karena diklat digital ini dilaksanakan  kesiapan koperasi  menuju industry 4.0 sehingga tema diklat ini adalah ”Koperasi Denpasar Go Ddigital”. ”Kami terus mendorong koperasi agar memanfaatkan teknologi digital. Mau tidak mau dan suka tidak suka kita harus mlakukan perubahan, karena dari dulu koperasi menggunakan manual dan sekrang harys pindah ke digitalisasi menghadapi persaingan global,’’ jelasnya.

Lebih lanjut Erwin Suryadarma mengungkapkan, koperasi yang sudah memakai sistem digitalisasi dapat memudahkan koperasi dalam transaksi yang efesien dan efektif serta laporan transparan. Di samping itu, anggota mendapat kemudahan pelayanan karena setiap orang bisa mengakses laporan keuangan koperasi maupun tabungan. Bahkan, banyak koperasi sudah memakai apikasi dan masih ada juga yang belum. Seperti Koperasi Karya Pemulung sudah memakai aplikasi. ”Anggota koperasi sudah merasakan manfaatnya dari sistem digital tersebut. Tidak harus menunggu laporan karena semua sudah terkoneksi,’’ ucapnya. 

Dia meyatakan, pihaknya secara perlahan dan pasti koperasi harus memakai digitaliasi dan industri 4.0 ini adalah suatu keniscayaan yang tidak bisa dihindari. Koperasi yang tidak mau mengikuti teknologi modern akan ditinggalkan. Koperasi mulai sekarang harus menggunakan informasi teknologi, karena informasi teknologi tidak mahal. Pemerintah sudah banyak menyiapkan fasilitas, dan apalagi masa pandemi Covid-19 ini. ”Kita sudah mulai merasakan di saat pandemi virus corona tidak bisa bertemu dan bertatap muka langsung. Hal ini sudah dilakukan sebagian besar koperasi tatap muka lewat webinar,’’ paparnya. 

Diklat digitaliasi koperasi bagi pengurus/pengelola koperasi se-Kota Denpasar berlangsung selama lima hari diikuti 35 peserta. Selama tiga hari I kelas, peserta aakn diberikan materi pelajaran tentang aplikasi dari Primakara dan Stikom. 


  • 26 Oktober 2020
  • Oleh: Dinas Koperasi Usaha Kecil & Menengah
  • Dibaca: 156 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Dr. I Dewa Made Agung, SE., M.Si

Apakah Informasi yang tersaji pada Website Dinas Koperasi Usaha Kecil & Menengah, bermanfaat bagi Anda?