KOPERASI UNTUK SEMUA LAPISAN

  • 16 Juli 2010
  • Oleh: koperasi
  • Dibaca: 556 Pengunjung
KOPERASI UNTUK SEMUA LAPISAN Kehidupan Gerakan Koperasi memang diakui tahan terhadap berbagai goncangan yang menerpa perekonomian Indonesia. Sebut saja krisis keuangan Negara adidaya Amerika yang menyebabkan ambruknya ekonomi dunia termasuk merembet ke Indonesia, tapi gerakan koperasi tidak sangat terpengaruh. Demikian disampaikan Wakil Walikota I GN Jaya Negara saat membuka Seminar Nasional, Jumat (16/7) di Hotel Grand Ina Bali Beach Sanur. Seminar Nasional sehari ini dihadiri pula Deputi Bidang Pengkajian Sumberdaya UKMK I Wayan Dipta, Ketua Komisi B DPRD Kota Denpasar Eko Supriadi, Sekkot Denpasar A.AN Rai Iswara. Lebih lanjut Jaya Negara mengatakan bahkan disaat krisis melanda dunia gerakan koperasi masih bisa eksis. Begitu pula saat bom Bali terjadi, kehidupan salah satu soko guru perekonomian Indonesia ini masih bisa berbicara. Tidak sedikit koperasi-koperasi baru bermunculan. Adanya prinsip koperasi untuk semua menjadikan kehidupannya semakin eksis dikalangan anggotanya. Bahkan tidak sedikit anggota koperasi disaat melaksanakan rapat anggota tahunan (RAT) mendapatkan pundi-pundi keuntungan baik dalam bentuk uang maupun barang. Lebih lanjut Jaya Negara mengatakan keberhasilan dan kemajuan perkembangan Koperasi di Denpasar telah dibuktikan dengan diraih penghargaan Bakthi Koperasi oleh Walikota Denpasar, serta diraihnya prestasi koperasi Nasional oleh KSU Sidekarya yang diserahkan oleh Mentri Negara Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan serta disaksikan Presiden Susilo Bambang Yudoyono, Kamis (15/7) di Lapangan Kodam V / Brawijaya Surabaya. Penghargaan Bhakti Koperasi yang diterima Walikota Rai Mantra ini sebagai bukti keberhasilannya mengembangkan koperasi dan UKM. Selain itu Rai Mantra dinilai mampu berkoordinais dengan tokoh gerakan koperasi dan UKM. Keberhasilan ini telah menunjukan perkembangan yang mengembirakan. Sementara PLT Kadis Koperasi I Made Susanta yang ditemui disela-sela seminar mengatakan Seminar Nasional ini bertujuan untuk memberikan tambahan pengetahuan dan kiat-kiat kepada koperasi untuk berkembang dan bersinergi. Dari seminar nasional ini diharapkan tumbuh pemikiran-pemikiran strategis dan konstruktif agar dapat bersaing dan bersanding dalam era ekonomi pasar bebas. Seminar dalam rangka peringatan Hari Koperasi Ke 63 diikuti 150 peserta dari Dinas Koperasi Se-Provinsi Bali, serta para akademisi dan LSM. Terkait dengan mempertahankan keberadaan Koperasi menurut Susanta perlu ditingkatkan pelayanan terhadap nasabah, mitra kerja terutama antar para anggota. Disamping itu gerakan Koperasi harus mampu meningkatkan sumber daya manusia, dengan meningkatkan kemampuan dibidang teknologi informasi komunikasi (TIK). Terkait dengan keberadaan Koperasi di Denpasar Susanta mengaku sampai saat ini jumlah Koperasi 825 yang sebelumnya berjumlah 776 Koperasi. Jumlah ini terus mengalami peningkattan, hal ini dibuktikan setiap tiga bulan diserahkan sebanyak 6 badan hukum koperasi.

  • 16 Juli 2010
  • Oleh: koperasi
  • Dibaca: 556 Pengunjung

Artikel Terkait Lainnya

Made Erwin Suryadarma Sena, SE, M.Si

Apakah Informasi yang tersaji pada Website Dinas Koperasi Usaha Kecil & Menengah, bermanfaat bagi Anda?