Target Wirausaha Naik Kelas‎ Diskop UMKM Denpasar Latih UMKM

  • 17 Juli 2018
  • Oleh: isarepok
  • Dibaca: 502 Pengunjung

Denpasar, Ketangguhan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kota Denpasar sudah terbukti. Beberapa kejadian dan tragedi aman yang menyebabkan ekonomi luluh lantak, namun pelaku UMKM tetap eksis. Hal ini membuktikan, pertumbuhan ekonomi terdongkrak oleh aktivitas UMKM. Maka itu, pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar menggelar Pelatihan Kewirausahaan dengan tujuan memberikan dasar-dasar peningkatan usaha melalui tatakelola manajemen yang profesional sehingga usahanya terus berkembang. Selain itu, pelaku usaha mikro diharapkan dapat baik kelas menjadi usaha skala kecil. Dan yang kecil ke skala menengah dan yang menengah menjadi pelaku usaha besar. Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma Sena, S.E.,M.Si., yang didampingi Bakid Bina UKM, Ir. Ngakan Widnyana, M.M., saat membuka Pelatihan Kewirausahaan 2018 yang diikuti 30 UMKM se Kota Denpasar, Senin (16/7) kemarin di Aula Kantor setempat. Hadir dalam acara tersebut dari ‎Bappeda Denpasar, Bagian Hukum, Disperindag Denpasar, Sekretaris Diskop UMKM, Kabag BLK, Kabag UKM dan undangan lainnya.

Menurut Erwin Suryadarma Sena, Pelatihan Kewirausahaan‎ sangat penting dan menjadi prioritas karena pengalaman saat krisis ekonomi justru UMKM sebagai pendorong dan mampu menyerap tegnaga kerja banyak. Selain itu mampu bersaing dengan perkembangan global. Peserta, lanjut Erwin agar mampu menyerap ilmu dan pengalaman yang diberikan para narasumber. Pelatihan merupakan langkah awal membuka peluang mendapatkan ilmu pengetahuan diantaranya efesiensi produksi dan sesuai kebutuhan, ilmu pemasaran dan kesempatan mendapatkan jejaring serta memproleh kesempatan mempromosikan produk atau tes pasar.‎

''Jumlah UMKM di Denpasar saat ini berjumlah 30.840. Dari sekian banyak perkembangan UMKM, sebanyak 70 persen skala mikro. Sedangkan kendala UMKM sekarang ini adalah SDM masih rendah dan akses pemasaran masih lemah. Sedangkan modal rata-rata sudah dapat teratasi. Karena sudah ada program KUR, LPDB dan akses kredit lainnya yang bunganya rendah. Maka itu tidak ada alasan UMKM terkendala modal usaha. Sedangkan pasilitas di pemasaran, pemerintah Kota Denpasar rutin mengajak para UMKM menjadi peserta pameran. Baik pameran berskala lokal, domestik dan internasional. Kami berkeinginan para pelaku UMKM siap untuk mempromosikan produk unggulan di ajang pameran. Khususnya pameran tingkat nasional dan internasional, karena dibutuhkan mampu berinteraksi dengan para buyer yang notabene dari kalangan pengusaha besar,'' harap Erwin Suryadarma.

Ditegaskan, ‎pelatihan kewirausahaan strategis meningkatkan kapasitas SDM UMKM. SDM yang masih rendah didorong sampaia mampu mengelola usaha dengan baik dan profesional. Walaupun masih pemula tapi jika mampu mengelola usaha dengan baik maka usaha yang dikelola akan terus naik kelas.

''Dalam setahun kami mentarget ada 160 pelaku usaha di Denpasar yang  naik kelas. Disisi lainnya, kami berusaha untuk menumbuhkembangkan jumlah usaha sampai dua kalilipat pengusaha yang naik kelas. Dalal pelatihan kami ini, kami memberikan teori tiga hari dan kunjungan kelapangan selama dua hari,'' tegasnya.

Sementara itu Ketua Panitia sekaligus Kabid Bina UMKM, Ngakan Widnyana menjelaskan pelatihan ini bertujuan memberikan pengetahuan dasar manajemen dan pengelolaan usaha yang baik dan benar. Kemudian bagaimana proses produksi, cara mempromosikan dan memamerkan usaha atau produk unggulan. ''Kami mempasilitasi pelatihan ini kepada 30 UMKM Kota Denpasar yang membidangi usaha kuliner, kerajinan, asesoris dan perdagangan. Sedangkan narasumber berpengalaman dan Pusdiklat UPTD Koperasi Provinsi Bali, BPD Bali (pembiayaan) dan dari praktisi wirausaha sukses,'' tandasnya.


  • 17 Juli 2018
  • Oleh: isarepok
  • Dibaca: 502 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Made Erwin Suryadarma Sena, SE, M.Si

Apakah Informasi yang tersaji pada Website Dinas Koperasi Usaha Kecil & Menengah, bermanfaat bagi Anda?