Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website Dinas Koperasi Usaha Kecil & Menengah, bermanfaat bagi Anda?
Baca Berita

Klinik Koperasi Diskop UMKM Denpasar Latih Pengelola Koperasi

Oleh : isarepok | 29 Agustus 2017 | Dibaca : 229 Pengunjung

Terkait  penilaian kesehatan koperasi dengan system online di Kota Denpasar, Klinik Koperasi Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar latih pengelola koperasi untuk memahami pemanfaatan system / program manajemen koperasi. Pasalnya, untuk dapat akses online maka system/program sentral dinas harus sama dengan system/program dimasing-masing koperasi.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma Sena, S.E.,M.M., Selasa (29/8) mengakatan program penilaian kesehatan koperasi di Kota Denpasar satu-satunya di Indonesia. Penilaian system online ini memang masih terkendana database. Maka itu, system antara penilai dengan yang dinilai mesti sama. Sehingga update data dapat langsung terekam di sentral system online di Klinik Koperasi. Dengan system yang sama maka penilaian koperasi dapat dilaksanakan maksimal.

”Memang target kami untuk tahun 2017 ini sampai 150 koperasi yang dinilai kesehatannya. Tapi kedepanya, jika system sudah sama antara dinas dan semua koperasi di Denpasar, maka jumlah penilaiannya akan lebih banyak lagi. Bahkan, jika kami siap dengan SDM maka semua koperasi dapat di nilai,” ujar Erwin Suryadarma Sena yang didampingi salah seorang tutor, Wayan Bina.

Menurut Erwin Suryadarma, pengelola koperasi yang akan di nilai kesehatannya juga mesti mampu memahami system yang digunakan. Maka itu, Klinik Koperasi memberikan pelatihan bagi pengelola koperasi sampai memahami benar system yang digunakan. ”Kami undang pengelola (manager) koperasi yang ada di Denpasar. Untuk belajar tatakelola sesuai system yang ada. Karena kami sudah bekerjasama dengan PT Telkom yang menyediakan program koperasi,” kata Erwin sambil menyebutkan jika pengelola mampu memahami system / program komputer maka akan sangat membantu memudahkan kinerja manajemen koperasi.

Sementara Wayan Bina menjelaskan untuk belajar system yang digunakan tidak lama. System / program komputer ini seharusnya diikuti level manager. Karena seorang manager wajib memahami system yang digunakan. Disamping itu, kedepannya manager akan mengajarkan kepada bawahannya, juga manager yang sudah memahami akan mudah melakukan kontrol kepada bawahannya.

”Karena pelatihan ini terkait dengan penilaian kesehatan koperasi, maka manager yang sudah mengantongi sertifikat uji kompetensi akan lebih mudah belajarnya. Karena materi uji kompetensi, salah satunya tentang penilaian kesehatan koperasi. Maka kami harapkan yang ikut pelatihan level manager,” harap Bina sambil menyebutkan untuk memahami system paling cepat lima hari.


Oleh : isarepok | 29 Agustus 2017 | Dibaca : 229 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Video
No Video.
Facebook
Twitter